Thursday, December 30, 2010

Majas / Gaya Bahasa dalam Bahasa Indonesia

Majas adalah gaya bahasa dalam bentuk tulisan maupun lisan yang dipakai dalam suatu karangan yang bertujuan untuk mewakili perasaan dan pikiran dari pengarang. Majas dibagi menjadi beberapa macam, yakni majas perulangan, pertentangan, perbandingan dan pertautan. Dalam artikel ini hanya dijelaskan perbandingan dan pertentangan.

MAJAS PERBANDINGAN

1. Alegori: Menyatakan dengan cara lain, melalui kiasan atau penggambaran.
Contoh : Perjalanan hidup manusia seperti sungai yang mengalir menyusuri tebing-tebing, yang kadang-kadang sulit ditebak kedalamannya, yang rela menerima segala sampah, dan yang pada akhirnya berhenti ketika bertemu dengan laut.


2. Alusio: Pemakaian ungkapan yang tidak diselesaikan karena sudah dikenal.
Contoh : Sudah dua hari ia tidak terlihat batang hidungnya.


3. Simile: Pengungkapan dengan perbandingan eksplisit yang dinyatakan dengan kata depan dan pengubung, seperti layaknya, bagaikan, dll.
Contoh : Kasih saying Ibu itu hangat layaknya sinar mentari pagi.


4. Sinestesia: Metafora berupa ungkapan yang berhubungan dengan suatu indra untuk dikenakan pada indra lain.
Contoh : Aku menyukai padang rumpun karena suaranya tenang sekali.


5. Pars pro toto: Pengungkapan sebagian dari objek untuk menunjukkan keseluruhan objek
Contoh : Sejak kemarin dia tidak kelihatan batang hidungnya.


6. Aptronim: Pemberian nama yang cocok dengan sifat atau pekerjaan orang.
Contoh : Si gemuk tu makan saja daritadi.


7. Metonimia: Pengungkapan berupa penggunaan nama untuk benda lain yang menjadi merek, ciri khas, atau atribut.
Contoh : Pelaku tabrak lari itu menaiki Kijang kapsul hitam.


8. Hipokorisme: Penggunaan nama timangan atau kata yang dipakai untuk menunjukkan hubungan karib.
Contoh : Kucing Mina sangat manis menawan, karena itu Mina sangat menyukainya.


9. Eufimisme: Pengungkapan kata-kata yang dipandang tabu atau dirasa kasar dengan kata-kata lain yang lebih pantas atau dianggap halus.
Contoh : Dimana saya dapat menemukan kamar kecilnya?

10. Fabel: Menyatakan perilaku binatang sebagai manusia yang dapat berpikir dan bertutur kata.
Contoh : perilakunya seperti ular yang menggeliat.


11. Eponim: Menjadikan nama orang sebagai tempat atau pranata.
Contoh : Kita bermain ke rumah Lina

12. Simbolik: Melukiskan sesuatu dengan menggunakan simbol atau lambang untuk menyatakan maksud.


13. Totum pro parte: Pengungkapan keseluruhan objek padahal yang dimaksud hanya sebagian.
Contoh : Indonesia bertanding Volly melawan Thailand.
(menyebutkan seakan-akan seluruh bangsa Indonesia bermain
padahal hanya 6 orang yg bermain)
Dalam mengahafal sinekdoce yang terbagi pars pro toto dan tontem pro parte sering terbalik agar tidak terbalik gunakan trik :
Pars = sebagian artinya sebagian untuk seluruh.

MAJAS PERTENTANGAN

1. Oksimoron Majas yang antarbagiannya menyatakan sesuatu yang bertentangan.Contoh : Cinta membuatnya bahagia, tetapi juga membuatnya menangis

2. Paradoks Pengungkapan dengan menyatakan dua hal yang seolah-olah bertentangan, namun sebenarnya keduanya benar.
Contoh : Gajinya besar tapi hidupnya melarat.


3. Antitesis Majas yang menggunakan kata-kata yang berlawanan arti satu dengan yang lainnya.
Contoh : Hitam dan putih adalah warna kesukaanku.

MAJAS SINDIRAN


1. Sarkasme: Sindiran langsung dan kasar.
Contoh : Masa menulis saja tidak bisa, bodoh sekali kamu!

MAJAS PENEGASAN


1. Apofasis: Penegasan dengan cara seolah-olah menyangkal yang ditegaskan.
Contoh : Saya tidak mau mengungkapkan dalam forum ini bahwa saudara telah menggelapkan ratusan juta rupiah uang negara



2. Pleonasme: Menambahkan keterangan pada pernyataan yang sudah jelas atau menambahkan

keterangan yang sebenarnya tidak diperlukan.
Contoh : Darah merah membasahi baju dan tubuhnya


3. Repetisi: Perulangan kata, frase, dan klausa yang sama dalam suatu kalimat.


4. Pararima: Pengulangan konsonan awal dan akhir dalam kata atau bagian kata yang berlainan.


5. Aliterasi: Repetisi konsonan pada awal kata secara berurutan.
Contoh : Keras-keras kena air lembut juga


6. Paralelisme: Pengungkapan dengan menggunakan kata, frase, atau klausa yang sejajar.
Contoh : Jika kamu minta, aku akan datang


7. Tautologi: Pengulangan kata dengan menggunakan sinonimnya.
Contoh : Kejadian itu tidak saya inginkan dan tidak saya harapkan


8. Sigmatisme: Pengulangan bunyi "s" untuk efek tertentu.


9. Antanaklasis: Menggunakan perulangan kata yang sama, tetapi dengan makna yang berlainan.


10. Klimaks: Pemaparan pikiran atau hal secara berturut-turut dari yang sederhana/kurang penting meningkat kepada hal yang kompleks/lebih penting.
Contoh : Kesengsaraan membuahkan kesabaran, kesabaran pengalaman, dan pengalaman harapan.


11. Antiklimaks: Pemaparan pikiran atau hal secara berturut-turut dari yang kompleks/lebih penting menurun kepada hal yang sederhana/kurang penting.
Contoh : Ketua pengadilan negeri itu adalah orang yang kaya, pendiam, dan tidak terkenal namanya


12. Inversi: Menyebutkan terlebih dahulu predikat dalam suatu kalimat sebelum subjeknya.
Contoh : Pergilah ia meninggalkan kami, keheranan kami melihat peranginya.


13. Retoris: Ungkapan pertanyaan yang jawabannya telah terkandung di dalam pertanyaan tersebut.
Contoh : inikah yang kau namai bekerja?


14. Elipsis: Penghilangan satu atau beberapa unsur kalimat, yang dalam susunan normal unsur tersebut seharusnya ada.
Contoh : Risalah derita yang menimpa ini.


15. Koreksio: Ungkapan dengan menyebutkan hal-hal yang dianggap keliru atau kurang tepat, kemudian disebutkan maksud yang sesungguhnya.
Contoh : Silakan pulang saudara-saudara, eh maaf, silakan makan.


16. Polisindenton: Pengungkapan suatu kalimat atau wacana, dihubungkan dengan kata penghubung.


17. Asindeton: Pengungkapan suatu kalimat atau wacana tanpa kata penghubung.


18. Interupsi: Ungkapan berupa penyisipan keterangan tambahan di antara unsur-unsur kalimat.
Contoh : Tiba-tiba ia-suami itu disebut oleh perempuan lain.


19. Ekskalamasio: Ungkapan dengan menggunakan kata-kata seru.
Contoh ; Wah, biar ku peluk, dengan tangan menggigil.


20. Enumerasio: Ungkapan penegasan berupa penguraian bagian demi bagian suatu keseluruhan.
Contoh : Laut tenang. Di atas permadani biru itu tanpak satu-satunya perahu nelayan meluncur perlahan-lahan. Angin berhempus sepoi-sepoi. Bulan bersinar dengan terangnya. Disana-sini bintang-bintang gemerlapan. Semuanya berpadu membentuk suatu lukisan yang haromonis. Itulah keindahan sejati.


21. Preterito: Ungkapan penegasan dengan cara menyembunyikan maksud yang sebenarnya.


22. Alonim: Penggunaan varian dari nama untuk menegaskan.


23. Kolokasi: Asosiasi tetap antara suatu kata dengan kata lain yang berdampingan dalam kalimat.


24. Silepsis: Penggunaan satu kata yang mempunyai lebih dari satu makna dan yang berfungsi dalam lebih dari satu konstruksi sintaksis.
Contoh : ia menundukkan kepala dan badannya untuk memberi hormat kepada kami.


25. Zeugma: Silepsi dengan menggunakan kata yang tidak logis dan tidak gramatis untuk konstruksi sintaksis yang kedua, sehingga menjadi kalimat yang rancu.

Pengelompokan Unsur-Unsur Cara JADUL

1. Pengelompokan Unsur Menurut Lavoisier

Pada 1789, Antoine Lavoiser mengelompokan 33 unsur kimia. Pengelompokan unsur tersebut berdasarka sifat kimianya. Unsur-unsur kimia di bagi menjadi empat kelompok. Yaitu gas, tanah, logam dan non logam. Pengelompokan ini masih terlalu umum karena ternyata dalam kelompok unsur logam masih terdapat berbagai unsur yang memiliki sifat berbeda.

Unsur gas yang di kelompokan oleh Lavoisier adalah cahaya, kalor, oksigen, azote ( nitrogen ), dan hidrogen. Unsur-unsur yang etrgolong logam adalah sulfur, fosfor, karbon, asam klorida, asam flourida, dan asam borak. Adapun unsur-unsur logam adalah antimon,perak, arsenik, bismuth. Kobalt, tembaga, timah, nesi, mangan, raksa, molibdenum, nikel, emas, platina, tobel, tungsten, dan seng. Adapun yang tergolong unsur tanah adalah kapur, magnesium oksida, barium oksida, aluminium oksida, dan silikon oksida.

Kelemahan dari teori Lavoisior : Penglompokan masih terlalu umum

kelebihan dari teori Lavoisior : Sudah mengelompokan 33 unsur yang ada berdasarka sifat kimia sehingga bisa di jadikan referensi bagi ilmuan-ilmuan setelahnya.

2. Pengelompokan unsur menurut J.W. Dobereiner

Pada tahun 1829, J.W. Dobereiner seorang profesor kimia dari Jerman mengelompokan unsur-unsur berdasarkan kemiripan sifat-sifatnya.

Dobereiner menemukan adanya beberapa kelompok tiga unsur yang memiliki kemiripan sifat, yang ada hubungannya dengan massa atom. Contoh kelompok-kelompok triade: Cl, Br dan I, Ca, Sr dan Ba, S, Se dan Te

Ia mengemukakan bahwa massa atom relatif strontium sangat dekat dengan masa rata-rata dari dua unsur lain yang mirip dengan strantium, yaitu kalsiium dan barium. Dobereiner juga mengemukakan beberapa kelompok unsur lain seperti itu. Unsur pembentuk garam dan massa atomnya, yaitu c1 = 35,5 Br = 80, dsn I = 127. unsur pembentuk alkali dan massa atomnya. Yaitu Li = 7, Na = 23dan K = 39.

Dari pengelompokan unsur-unsur tersebut, terdapat suatu keteraturan. Setiap tiga unsur yang sifatnya mirip massa atom ( A r ) unsur yang kedua (tengah) merupakan massa atom rata-rata dari massa atom unsur pertama dan ketiga.

Oleh karena itu, Dobereiner mengambil kesimpulan bahwa unsur-unsur dapat di kelompokan ke dalam kelompok-kelompok tiga unsur yang di sebut triade.

Triade

A r

Rata-Rata A r unsur pertama dan ketiga

Kalsium

Stronsium

Bariuim

40

88

137

(40 + 137) = 88,

2

Kelemahan dari teori ini adalah pengelompokan unsur ini kurang efisian dengan adanya beberapa unsur lain dan tidak termasuk dalam kelompok triad padahal sifatnya sama dengan unsur dalam kelompok triefd tersebut.

Kelebihan dari teori ini adalah adanya keteraturan setiap unsure yang sifatnya mirip massaAtom (Ar) unsure yang kedua (tengah) merupakan massa atom rata-rata di massa atom unsure pertama dan ketiga.


Pengalaman Belajar Sepeda

Pada saat masih kecil, ketika itu berumur 5 tahun. Saya baru belajar mengendarai sepeda roda 2. Ketika itu, adalah hari minggu. Saya di ajari oleh papa saya mengendarai sepeda roda 2. Saat itu saya hamper masuk selokian karena tidak seimbang. Namun saya tetap berusaha agar bisa mengendarainya seperti teman saya. Akhirnya, saya lumayan bisa. Namun sebentar-sebentar jatuh karena tidak seimbang.

Esoknya, pada hari senin sepulang sekolah. Saya belajar mengendarai sepeda sendiri. Tanpa ada orang tua mendampingi saya. Meskipun sedikit takut, saya percaya saya bisa. Dan saya pun mulai terbiasa. Saya mencoba menuruni jembatan. Namun, saya tidak tahu bahwa ada mobil antar jemput yang melaju tinggi. Saya terserempet dan terjatuh.

Saya terjatuh, tidak bangun-bangun. Saya berpikir, apakah luka ditangan saya dapat sembuh? Apakah saya dapat bangun untuk pulang ke rumah saya yang jaraknya kira-kira 50 meter, tanpa bantuan orang lain? Karena pada saat itu jalanan sepi. Namun entah kekuata apa? Saya dapat kuat berdiri dan berjalan pulang. Sambil berdiri, saya mengucapkan “Bismillaahirrakhmaanirrahim” dengan merasakan badan yang sakit. Dan ahkhirnya, tanpa sadar saya sudah di depan pintu rumah saya. Mama yang melihat itu langsung bingung, dan menelpon papa.

Tuesday, December 28, 2010

Awekeke


Let me teach you about it!

Awekeke is a kind of laughing sound. it's look like a "Hehehe" "Hihihi" and Santa's style, "Hohoho"
But, this laughing sound is originally made of my classmate. Her name is POPY :) she made it spontantly. I think it's very genius and also funny. Unpredictable mind! :D
Give applouse for POPY! YEAH

This laughing sound spreading to all my classmate mind. T
hey're really like it. And if a stranger hears this sound, they also laughing too. And it's very hapiness thing I've ever heard :p #maybe


To make this sound very funny, you just give a pressure in your laugh.
It's just about 'kidding-kidding' like a JUSTIN BIEBER said :D
Awekeke :D
this laugh is like sarcastically and... cunniing
can you imagine it? ;)













PEACE

Wednesday, October 27, 2010

MENCANTING



Assalamu'alaikum...

Let's read my mind!
Don't be borred okay?
....

Saya bangga akan adanya pelajaran membatik di sekolah saya SMPN 1 Sidoarjo. Karena telah berkecimpung untuk melestarikan budaya Indonesia. Selain itu, di sini juga terdapat ekskul karawitan yang termasuk dalam budaya Indonesia yang hampir di klime oleh bangsa lain. Tetapi, yang akan saya bahas adalah MEMBATIK.


Membatik adalah adalah melukis dengan titik-titik. Dan proses melukisnya disebut MENCANTING. Mencanting ini membutuhkan malam dan CANTING. Nah, disebut mencanting karena alatnya bernama canting.



Pelajaran yang satu ini, menurut saya sudah cukup untuk melatih kesabaran dan kekompakkan layaknya outbound! You know Why?

Dalam prosesnya dibutuhkan kesabaran untuk meneteskan malam ke kain. Kita juga harus teliti atas suhu malam yang akan kita teteskan. Karena jika salah, maka akan jadi percuma.
Kita juga harus kompak! Karena sistem pengajaran pelajaran Batik di SMPN 1 Sidoarjo, berkelompok. Sesuai dengan BLP, kita harus dapat bekerja secara individu dan kelompok :D Hehhehe ... #Meniru amanat yang disampaikan guru ketika upacara
Karena bimbingan yang baik lama kelamaan pun kita menjadi terbiasa akan hal tersebut. Yang awalnya tidak pernah memegang canting, jadi pernah merasakan bagaimana sulitnya. Yang tidak pernah menyalakan kompor bersumbu, jadi pernah merasakan betapa repotnya. Yang tidak pernah menggoreng malam, jadi pernah merasakan panasnya :P Pokoknya banyak deh!
Thanks a lot for State JHS 1 Sidoarjo!!! For introduces us about our culture :D

Pesan:
1. Tolong diperhatikan peralatan membatiknya
2. Beri pengetahuan lebih tentang membatik
3. Sediakan tempat & waktu khusus untuk pelaksanaanya
4. Jika perlu, buat ekskul MEMBATIK
5. Thanks a lot again :D

Thanks for read my mind :D
Wassalamu'alaikum wr. wb
Peace :P

Tuesday, March 16, 2010

Paramore-Crushcrushcrush

I got a lot to say to you
Yeah, I got a lot to say
I noticed your eyes are always glued to me
Keeping them here
And it makes no sense at all

They taped over your mouth
Scribbled out the truth with their lies
You little spies
They taped over your mouth
Scribbled out the truth with their lies
You little spies


Crush
Crush
Crush
Crush, crush
(Two, three, four!)


Nothing compares to a quiet evening alone
Just the one-two of us, who's counting on
That never happens
I guess I'm dreaming again
Let's be more than this

If you want to play it like a game
Well, come on, come on, let's play
Cause I'd rather waste my life pretending
Than have to forget you for one whole minute


They taped over your mouth
Scribbled out the truth with their lies
You little spies
They taped over your mouth
Scribbled out the truth with their lies
You little spies

Crush
Crush
Crush
Crush, crush
(Two, three, four!)

Nothing compares to a quiet evening alone
Just the one-two of us, who's counting on
That never happens
I guess I'm dreaming again
Let's be more than this now

Rock and roll, baby
Don't you know that we're all alone now?
I need something to sing about
Rock and roll, hey
Don't you know, baby, we're all alone now?
I need something to sing about
Rock and roll, hey
Don't you know, baby, we're all alone now?
Give me something to sing about


Nothing compares to a quiet evening alone
Just the one-two of us, who's counting on
That never happens
I guess I'm dreaming again
Let's be more than
No, oh

Nothing compares to a quiet evening alone
Just the one-two of us, who's counting on
That never happens
I guess I'm dreaming again
Let's be more than
More than this
Ohoh ohoh ohoh
Oooh...

Monday, March 15, 2010

paramore-decode

How can I decide what's right?
When you're clouding up my mind
I can't win your losing fight all the time
Not gonna ever own what's mine
When you're always taking sides
But you won't take away my pride
No not this time
Not this time

How did we get here?
When I use to know you so well
How did we get here?
Well, I think I know


The truth is hiding in your eyes
And it's hanging on your tongue
Just boiling in my blood,
But you think that I can't see
What kind of man that you are
If you're a man at all
Well, I will figure this one out on my own
On my own ("I'm screaming I love you so")
On my own (My thoughts you can't decode)

How did we get here?
When I use to know you so well, yeah.
How did we get here?
Well, I think I know


Do you see what we've done?
We've gone and made such fools of ourselves
Do you see what we've done?
We've gone and made such fools of ourselves

Yeah
How did we get here?
When I use to know you so well, yeah yeah
How did we get here?
Well, I use to know you so well


I think I know
I think I know
There is something I see in you
It might kill me I want it to be true